Tampilkan postingan dengan label Tenjowaringin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tenjowaringin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2015

Ratusan Anggota Ahmadiyah Tenjowaringin Peringati Hari Masih Mau'ud

"Buatlah bahtera itu dengan pengawasan petunjuk wahyu kami. Orang-orang yang bai'at kepada Engkau, sesungguhnya mereka bai'at kepada Allah, tangan Allah ada diatas tangan mereka" ( Haqqani Taqrin Bar Waqiah Wafat-e-Bashir)

Hz. Ahmad a.s diperintahkan untuk mengambil bai'at dari orang-orang.
Bai'at yang pertama diselenggarakan di Kota Ludhiana pada tanggal 23 Maret 1889 di rumah seorang mukhlis bernama Mia Ahmad Jaan. Dan orang yang bai'at pertama kali adalah Hz. Maulvi Nuruddin ra.
Pada hari itu kurang lebih 40 orang telah bai'at. Setelah itu berangsur-rangsur sekian banyak yang bai'at.
(Disampaikan oleh H. M Syaeful Uyun)

Tenjowaringin-Senin (23/03/2015) Menjelang shalat Maghrib sudah terlihat duyunan anggota dari berbagai cabang yang ada di Desa Tenjowaringin memadati halaman Masjid Baitturahim.

Peserta terlebih dahulu mengisi form daftar hadir yang sudah disediakan oleh panitia, antrian ditempat pendaftaran terlihat tertib, masing-masing peserta mengisi form tersebut sesuai asal Cabang. Ada cabang Citeguh selaku tuan rumah, Wanasigra Pusat, Sukasari, Cigunungtilu, Bojongsirna, Wanasigra Wetan dan Kersamaju.

Acara dimulai tepat Pukul. 19:30 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh ketua Jemaat Cabang Bojongsirna Bpk. Yusuf Ahmad Sobirin, diteruskan dengan pembacaan Nazm oleh Qaid Majelis Cabang Citeguh Bpk. Kamal Yusuf. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari kordinator Murobbi Bpk. Dodi Kurniawan menyampaikan "Bahwa Tenjowaringin diberikan sebuah karunia dengan adanya orang-orang yang akademik seperti Alm. M. Edjen"

Sebelum acara inti dimulai yaitu siraman rohani, terlebih dahulu ditampilkan sebuah nadom yang berjudul "Nepangkeun Ahmadiyah", oleh anak-anak Athfal dari Madrasah Diniyah Imamuddin Wanasigra, dilanjutkan dengan nadom yang berjudul "Masih Mau'ud", sebuah nadom yang disusun oleh Bpk. Dodi Kurniawan, dan dibacakan oleh Nasirat.
Setelah itu dilanjut dengan hafalan surat-surat pendek beserta artinya, tajwid, dan ilmu Nahwu, oleh anak-anak Wustho (Tingkat SMP) Madrasah Imamuddin.

Panitia menyampaikan bahwa peserta yang hadir lebih dari 900 orang dari berbagai cabang yang ada di Desa Tenjowaringin.

Tibalah pada acara ini yaitu siraman ruhani yang disampaikan oleh H.M Syaeful Uyun Mubaligh Ahmadiyah wilayah Jabar 7, dengan tema "120 tahun Jemaat Ahmadiyah Internasional, 90 tahun Jemaat Ahmadiyah Indonesia"

"Tanggal 23 Maret 1889, yaitu tanggal dimana Hz. Masih Mau'ud menerima bai'at, dan tanggal itu juga bisa disebut hari diletakannya pondasi Jemaat Ahmadiyah"-Ujar H.M Syaeful Uyun.

Mubaligh Wilayah juga mengulas perspektif kenabian yang disandang oleh Hz. Masih Mau'ud a.s.
Jika ingin merubah paham seseorang, maka kita harus mempunyai 100 kepahaman, menurutnya warga anggota Ahmadiyah harus tau betul tentang teologi kenabian ini, dan harus mampu menyampaikannya kepada kalangan umum bahwa pengertian Nabi yang disandang oleh Hz. Masih Mau'ud adalah Nabi jenis kenabian baru tetapi bukan Nabi baru, jenis kenabian ini diperoleh dengan jalan fana fir rasul dan fana fillah (Q.S:4:69). Ini sangat penting untuk diketahui oleh segenap lapisan anggota Jema'at yang dapat mengikis kesalah pahaman terhadap Ahmadiyah.

Diakhir tausyiahnya, H.M Syaeful Uyun bercerita tentang pertemuan dengan tim penanganan Ahmadiyah Banjar di kantor MUI, menurutnya pertemuan itu bukan memenuhi hak warga Ahmadiyah mendapatkan hak-hak beragama. Tetapi pertemuan itu hanya mengintimidasi warga Ahmadiyah agar tunduk kepada SK Walikota Banjar yang membekukan Jema'at Ahmadiyah di Kota Banjar.

Tak terasa waktu sudah larut malam, acara demi acara telah selesai dilaksanakan, jam di dinding Masjid Baitturahim sudah menunjukan Pukul. 21:00 WIB lebih, walau mustami masih asyik mendengarkan ceramah dari Mubaligh Wilayah, akan tetapi karena keterbatasan waktu dan lain hal acara ditutup dengan doa oleh Mln. Yahya Sumantri Mubaligh Ahmadiyah cabang Singaparna, yang turut hadir bersama Mubaligh Wilayah Jabar 7.

Usama Ahmad Rizal

Minggu, 22 Maret 2015

Silaturahmi Lewat Bola Voli

Wanasigra-(22/03/2015) Minggu pagi ada pemandangan yang tidak biasa di Wanasigra, tepatnya dilapangan bola voli Tumaritis.

Bermain bola voli, merupakan kegiatan rutin yang suka dimainkan setiap hari oleh para LI maupun Khuddam di Tenjowaringin.

Tapi kali ini kita kedatangan tamu dari Kp. Pagar Hurip, Cigalontang, Tasikmalaya, untuk melaksanakan pertandingan persabatan, sebelumnya tanggal 9 Maret 2015 tim bola voli Wanasigra mengunjungi kampung tersebut, dan ini merupakan kunjungan balasan juga.

Rombongan tiba di Wanasigra tepat pada Pukul. 09:00 WIB, setelah ber istirahat sebentar, akhirnya pertandingan pertamapun dimulai, dengan mempertandingkan tim putri dari Wanasigra dan Pagar Hurip.

Disela-sela permainan, kita berbincang-bincang dengan tamu, yang sebelumnya tidak kenal menjadi kenal, walau jarak Wanasigra dan Pagar Hurip lumayan jauh, tapi itu tidak jadi alasan untuk kita bisa bersilaturahmi.

Pertandingn putri memainkan 3 tim, yang dibagi kedalam tim A, B, dan C, setelah semua pertandingan putri telah selesai dilaksanakan, hujan pun turun dengan cukup deras.

Hujanpun tidak dapat menghentikan pertandingan, karena masih ada tim putra yang belum di mainkan.

Walau dalam kondisi hujan, tapi permainan dapat dialaksanakan, satu persatu pertandingan telah selesai dilaksanakan, pertandingan putra dibagi ke dalam 5 pertandingan dengan tim A, B, C, D dan E, ada yang menarik karena tim E dari Wanasigra diwakili oleh Athfal dengan melawan pemuda dari Kp. pagar Hurip

Akhirnya pertandingan yang ditunggu-tunggupun datang, yakni tim voli ball putra A wanasigra melawan Pagar Hurip, permainan yang sangat seru dan ketat itu walau dalam kondisi hujan, akhirnya dimenangkan oleh Wanasigra dengan skor 3-2.

Tapi walaupun kalah dan menang, semuanya tetap tersenyum karena ini hanyalah pertandingan persahabatan, selain melatih kemampuan bola voli bagi sang pemain, ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi bagi kita.-Rizal






Sabtu, 21 Maret 2015

Peringati Hari Masih Mau'ud, Khuddam Tenjowaringin Mengadakan Turnamen Futsal

Tenjowaringin-Sabtu (21/03/2015) Pagi yang cerah dan bersahabat mengiringi perjalanan kita menuju lapangan Futsal BKJ yang ada di Cilawu, berjarak sekitar 6 kilo dari Desa Tenjowaringin.

Pertandingan Futsal kali ini berkonsep Turnamen yang diseharikan, tidak lain dan tidak bukan diselenggarakannya turnamen ini untuk menyambut (Ngaheah-heah) Hari Masih Mau'ud yang jatuh pada setiap tanggal 23 Maret.

Sabtu pagi, sekitar jam 08:00 WIB lapangan Futsal BKJ sudah penuh dengan warna-warni khas kaos tim masing-masing.
Acara ini diikuti oleh seluruh Majelis yang ada di daerah Tenjowaringin, dan ada juga dari Singaparna.

Semangat kepemudaan yang tak pernah hilang, mungkin kalimat itulah yang mencerminkan keadaan Khuddam yang ada di JABAR 7 saat ini.

"Semoga dengan dilaksanakannya turnamen Futsal ini bisa mempererat silaturahmi antar sesama anggota Khuddam yang ada di wilayah JABAR 7 khususnya"- Ungkap Qaid Wilayah Jabar 7 Bpk. Munawarman.

Turnamen Futsal yang diikuti oleh 11 tim ini sangat antusias sekali dan sangat seru
Tak terasa satu persatu pertandingan sudah selesai dilaksanakan, kini tinggal 2 tim lagi yang tersisa yaitu tim dari Majelis Citeguh dan Cigunungtilu, kedua tim ini berhasil masuk ke babak Final.

Siapa sangka tim yang awalnya tidak dijagokan masuk final, tapi nyatanya malah masuk final.
Pertandingan final dilaksanakan sekitar jam 13:00 WIB di lapangan pynil, pertandingan sebelumnya dilaksanakan di lapangan sintetis, pertandingan yang sangat seru dan ketat khas final itu disudahi dengan kemenangan tim futsal dari Majelis Citeguh dengan skor 7-3 Mubarak kepada pemenang.
Dan akhirnya Majelis Cigunungtilu harus mengakui kehebatan tim lawan, dan mendapatkan juara ke 2, Mubarak kepada pemenang.

Tak terasa waktu sudah menunjukan Pukul. 14:00 WIB dan semua pertandingan sudah selesai dilaksanakan, kemudian acara ditutup dengan pembagian hadiah.

Rizal

Minggu, 08 Maret 2015

Kesaksian Tokoh Agama Di Tenjowaringin Tentang Ahmadiyah

"Ahmadiyah itu Islam, sama seperti NU dan Muhammadiyah"-Ujar Ustadz Ana

Ust. Ana merupakan seorang tokoh Agama di Tenjowaringin, beliau tinggal di Kp. Cituak, tepatnya di ujung Desa Tenjowaringin.

Beliau biasa mengajar qiroat di tempatnya, dan banyak muridnya yang masih duduk di bangku SD, menjadi juara kecamatan untuk lomba seni baca Al-Qur'an, bahkan yang ke Kabupaten-pun ada.

Anak dari Bpk. Said ini, biasa melatih ilmu seni beladiri Pencak Silat di Wanasigra dan Cigunungtilu.

Menurut kesaksiannya, setelah sekian lama mengenal dan berinteraksi langsung dengan orang Ahmadiyah, katanya "Ahmadiyah adalah Islam".

Shalat mereka sama, syahadatnya sama, kitab-nya juga sama yakni kitab suci Al-Qur'an, saya pernah menjadi juri dalam lomba Agustusan, lombanya itu MTQ, dan banyak orang Ahmadi yang menjadi pesertanya.

Ketika melatih Pencak Silat di Wanasigra, saya suka mengajak murid saya untuk ikut ke sana, selain untuk melatih, supaya mereka juga bisa mengenal dan berinteraksi langsung dengan orang Ahmadiyah.

Di Desa Tenjowaringin hampir 80% warganya itu orang Ahmadiyah, dan mereka ikut andil dalam membangun Desa ini secara bersama-sama, bahkan saya juga sering melihat mereka suka melakukan aksi donor darah sukarela, sehingga Desa Tenjowaringin dijuluki sebagai "Desa lumbung darah"

Tanggal 5 Mei 2013, Ahmadiyah di Tenjowaringin di serang oleh se-kelompok orang yang anti dengan Ahmadiyah, penyerangan terjadi tengah malam.

Mereka berani meng kafirkan orang Ahmadiyah, saya sendiri yang sejak lama mengenal dan berinteraksi langsung dengan orang Ahmadiyah, tidak berani meng kafirkannya..!!

Orang Ahmadiyah, syahadatnya sama, shalatnya sama, kitabnya sama R. Islam dan R. Imannya sama, jadi apa yang mau di kafirkan..??

Sekelompok orang yang mengatas namakam Islam, yang menyerang Ahmadiyah, mereka juga berani merusak sarana ibadah seperti Masjid.

Masjid kan tempat shalat, dan shalat biasanya dilakukan oleh orang Islam, saya heran apakah yang merusak itu orang Islam atau bukan?

Hemat saya pelajarilah Ahmadiyah dari sumbernya langsung, kesalah pahaman tentang Ahmadiyah kebanyakan karena tau Ahmadiyah dari sumber yang salah.

Rizal Waqfeen

Sabtu, 21 Februari 2015

Delapan Ratus Ahmadiyah Tenjowaringin Peringati Hari Muslih Mau'ud

"Maka suatu kabar suka bagimu bahwa seorang anak laki-laki yang rupawan dan suci akan di anugrahkan kepada engkau.
Engkau akan memperoleh seorang putera yang pandai anak itu akan lahir dari benihmu dari keturunanmu sendiri. Ia bernama Imanuel dan Bashir ia telah diberi
roh suci dan bersih dari dosa
Seorang anak laki laki yang bagus dan suci akan datang sebagai tamu bagimu.

(Ilham terhadap Masih Mau'ud a.s saat beribadah pada suatu tempat yang khusus selama 40 hari di Hosyarpur).

Tenjowaringin: Jumat-20/02/2015 Tradisi memperingati hari besar Islam ataupun hari besar dalam Jemaat, budaya yang tak luput dari kegiatan keagamaan di desa Tenjowaringin ini.

Menjelang Shalat Maghrib tiba sudah terlihat duyunan anggota dari berbagai pelosok memadati halaman masjid Baiturrahim ini.
Antrian di tempat pendaftaran peserta terlihat tertib ,panitia sudah menyediakan kertas berisikan form daftar hadir dari masing masing
cabang. Ada Cabang Citeguh sebagai tuan rumah,Bojongsirna, Wanasigra pusat, Wanasigra Wetan, Sukasari ,Cigunungtilu dan Cabang Kersamaju masing masing mengisi
form tersebut sesuai asal cabangnya.

Acara dimulai Tepat pukul 19.30 WIB dengan pembacaan ayat Suci Al Quran oleh Sdr. Kamal Yusuf Qaid majelis Cabang Citeguh, di teruskan pembacaan Syair berbahasa Urdu oleh Ibrahim Aziz Ahmad siswa SMA Plus Al Wahid.
Kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua panitia Bp. Dodi Kurniawan menyebutkan Sebanyak 800 Anggota Ahmadiyah dari 7 cabang Jema'at yang ada di Desa Tenjowaringin tumpah ruah mengikuti kegiatan peringatan Muslih Mau'ud ini. Sebelum
Acara ceramah di mulai terlebih dahulu di tampilkan PIDACIL (Pidato Cilik) oleh Isty Jabatuddawat salah satu Nasirat siswi Madrasah Miftahul Khoer Cabang Citeguh berjudul Muslih Mau’ud putra yang di janjikan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nadom yang berjudul "Nasihat Bagi Athfal-Nasirat Dan Jema'at" oleh 5 Nasirat Citeguh, serta hafalan 10 Hadits pendek oleh 2 orang Nasirat.

Ceramah pertama oleh Mln Firmansyah Mubaligh pembina Jema'at Wanasigra, mengambil tema "Generasi Ahmadi yang
berkarakter ala Rasululah saw", Mln. Firmansyah menyampaikan " 30-40 tahun mendatang dunia akan
dikuasai oleh Asia (Indonesia, India, China) termasuk gerakan Waqf-E-Nou didalamnya, jadi kita harus menyiapkan generasi Ahmadi yang tampil unggul dan berkarakter"

Ceramah Ke dua di Sampaikan oleh Mubaligh Wilayah Jabar 7 Mln
H. Syaeful Uyun mengulas prespektif kenabian yang di sandang oleh Hadrat Masih
Mau’ud a.s dan pemahaman kenabian di kalangan umum begitu panjang lebar apa yang di sampaikan oleh Mubaligh Wilayah ini yang menurutnya warga anggota ahmadiyah harus mampu menjelaskan terhadap kalangan umum bahwa pengertian Nabi yang di sandang Hadrat Masih Mau’ud a.s adalah Nabi Ummati ,Zilunn Nabi, (Ghair tasry wa ghair
mustaqil) Kenabian yang tidak membawa syari’at dan agama serta tidak berdiri sendiri.

Kenabian jenis ini diperoleh dengan jalan fana fir rasul. (Q.S.4:69) ini penting di ketahui oleh segenaap lapisan anggota jemaat yang
dapatmengikis kesalahpahaman dalam mensikapi perbedaan antara Jemaat Ahmadiyah dan kalangan muslim lainya.

Menjelang pukul 21.20 Mubaligh wilayah bercerita pengalamannya beberpa hari yang lalu sewaktu beliau mendatangi KET MUI
BANJAR menurutnya ket MUI banjar ini sangat baik dalam menerima kunjunganya dalam
perbincangan dengan Ketua MUI pun penjelasan klasifikasi jenis-jenis kenabian menurut Ahmadiyah tak luput dari perbincangan hangat
ini.

Di akhir Mubaligh Wilayah bercerita tentang kunjunganya bersama Tim wilayah ke Kampung Naga untuk mengenal lebih dekat seluk beluk
tentang Kampung naga ini.
Banyak hal yang bisa dipelajari dari kampung naga ini salah satunya kepatuhanya terhadap wasiyat leluhur mereka akan berbagai hal.

Tak terasa waktu mulai larut, jam dinding di Masjid sudah menunjukan Pukul. 21.30 WIB meski mustami terlihat masih asyik dengan ceramah Mubaligh Wilayah
ini namun karena keterbatasan waktu dan lain hal acara berakhir dengan doa di pimpin langsung oleh Mubaligh Wilayah, dan di akhir acara ditutup dengan foto bersama segenap pengurus cabang yang ada di Tenjowaringin dengan Mubaligh yang ada di wilayah Jabar 7.

Penulis: Munawarman Ahmad
Editor   : Rizal Waqfeen

Selasa, 17 Februari 2015

Sekilas Tentang Wanasigra

Wanasigra Tampak Dari Depan
Mungkin sebagian besar dari kalian belum mengetahui tentang Kampung Wanasigra? Kampung ini meupakan kampung yang letaknya berada di perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Bisa disebut Menjadi ujung Kabupaten Tasik. Karena jaraknya yang diliat kesana kemari maka penduduknya bisa mengakses 2 Kabupaten sekaligus dengan jarak yang pendek. Tepatnya kampung ini berada di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya dengan kode Pos 46471.

Minggu, 15 Februari 2015

Kunjungan MKAI Manislor Ke Tenjowaringin


Tenjowaringin: (14/02/2014) Sabtu malam, MKAI daerah Salawu telah melaksanakan acara malam khuddam yang bertempat di Masjid Al-Falah cabang Sukasari. Namun kali ini acara sedikit berbeda dari yang biasanya, malam khuddam tersebut turut dihadiri oleh MKAI Manislor yang berjumlah 36 orang, dan kurang lebih 200 orang Khuddam Tenjowaringin yang hadir pada malam itu.


Rabu, 21 Januari 2015

Pengalaman Donor Darah Dari Salah Satu Guru SMA Plus Al-Wahid

Pengalaman Donor Darah Dari Salah Satu Guru SMA Plus Al-Wahid
Kali ini salah satu Guru dari SMA Plus Al-Wahid akan membagikan pengalamannya seputar donor darah, guru itu ialah Dodi Kurniawan Spd. Pada 7 Januari 2014 telah dilaksanakan donor darah di bangunan SMA Plus Al-Wahid Kp. Wanasigra Des. Tenjowaringin kec. Salawu dan Kabupaten Tasikmalaya oleh PMI Garut, dan pada kesempatan itu Dodi Kurniawan mendapat kesempatan untuk mendonorkan darahnya yang ke 49 kali di usia 42 tahun.

Selasa, 20 Januari 2015

Berbagi Pengalaman Tentang Donor Darah Dengan Eddi Brokoli

Berbagi Pengalaman Tentang Donor Darah Dengan Eddi Brokoli

Donor darah merupakan kegiatan sosial yang rutin kita bisa lakukan setiap 3 bulan sekali.Pada tanggal 12 Januari 2014 SMA Plus Al-Wahid yang berada di Kp. Wanasigra Desa. Tenjowaringin kec. Salawu dan Kab. Tasikmalaya, mendapat kunjungan dari seorang entertaiment yang bernama Eddi Brokoli yang terkenal dengan rambut yang brokolinya itu. Tidak lain dan tidak bukan ke datangan Eddi Brokoli ke SMA Plus Alwahid ialah untuk sharing/berbagi pengalaman seputar donor darah

Pekan Remaja di Tenjowaringin


Tepat pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2014 di laksanakan pekan remaja di Wanasigra acara di laksanakan di Masjid Baitturahim cabang Citeguh. Acara di mulai setelah selesai shalat Maghrib di jamak dengan Isya, dan di buka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Sdr. Zafir Mubarak salah satu siswa dari SMA Plus Al-Wahid. Acara di lanjutkan dengan pembacaan janji khuddam yang di pimpin oleh Qaid Wilayah Jabar 7 Bpk.Munawarman Ahmad, kemudian di lanjutkan dengan janji LI yg di pimpin oleh Ibu Ketua Daerah.